Saturday, March 9, 2013

Survive to Fight



Membelah kabut di pagi hari, sangat jelas lah sudah aku tidak lagi berada di naungan kampung halaman, teman yang dahulu tinggal lah jua bersama cerita yang dahulu, teman dan cerita-ceritanya pun tertinggal di seberang pulau. Ibarat berada diatas perahu yang meninggalkan pantai dan kemudian aku menoleh ke belakang, sedih itu pasti namun tegar itu mesti.

Naungan, suatu kondisi dimana segala sesuatunya mudah kamu dapatkan. Dan eng...ing...eng...sekarang aku keluar dari naungan, langkah yang cukup berani dan penuh resiko, walaupun demikian ada harapan besar yang terbungkus dari resiko yang sudah tentu akan ku pikul...itu yang aku yakini...mungkin sangat absurd dengan kata “yakin” tetapi bagiku keyakinan adalah kuncinya karena didalam “yakin” aku berserah diri kepada-NYA yang Maha Berkuasa...hanya “yakin” yang bisa dilakukan manusia setelah ber-ikhtiar. Tidak semua orang harus keluar dari naungannya dan tidak banyak orang yang memilih keluar dari naungannya. 


Naungan ku sekarang adalah naungan Allah Swt, naungan langit, aku ingat kata Bapak “mencari hidup itu yang penting masih berada di bawah langit” mungkin itu kata kasar yang bisa ku artikan sebagai naungan Allah Swt. Keluar dari naungan seperti katak yang keluar dari tempurung, dahulu aku sama sekali tidak mengerti dengan peribahasa tersebut...ehhh sekarang malah mengalaminya sendiri. Katak yang tadinya hanya melihat langit-langit tempurung sekarang melihat langit yang sebenarnya langit, katak akan kesulitan karena dia bukan bunglon yang mampu kamuflase, adaptasi untung saja itu adalah insting.

Survive, tidak cukup hanya dengan survive melainkan dituntut untuk fighting. Hukum rimba, siapa bilang hanya berlaku bagi Singa dan kawan-kawan, hukum rimba itu berlaku universal..”siapa yang kuat dia yang menang”. Jangan diartikan sebagai suatu pertarungan tarung fisik mirip perkelahian, namun “kuat” disini dalam artian yang luas. Saya pribadi mengartikan “kuat” yakni kuat didalam pendirian, kuat didalam mengejar passion, kuat didalam tekad, kuat didalam tegar, dan tentunya kuat didalam menjaga semangat. Semangat didalam elemen kehidupan menurut Socrates disimbolkan sebagai “api”, sebagaimana sifat api yang membakar seperti itu pula peranan semangat didalam kehidupan seseorang. 

...........to be continue...........
By: dhea nahdia
                       

0 komentar:

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates