Friday, August 3, 2012

Pegangan Hidup - Buya Hamka


Pernah di zaman Nabi Muhammad SAW didalam riwayat ada diceritakan

Pada suatu hari kira-kira  pukul 09.00 pagi sepenggalah matahari naik , Rasul SAW berjalan dari rumahnya menuju mesjid ke dalam mesjid beliau yang mulia di madinah, ketika itu biasanya ada juga orang yang sembahyang di mesjid, sembahyang sunnah dhuha tapi umumnya masyarakat  sudah keluar dari rumahnya pagi-pagi bekerja menurut bidang masaing-masing, ada yang pergi bertani, yang pergi berniaga, yang pergi menggembalakan unta atau kambingnya, tinggallah beberapa orang saja. 

Beliau lihat di sudut mesjid ada satu orang pemuda sedang duduk tafakkur termenung, mukanya kelihatan muram saja menunjukkan kesedihan yang terpendam dalam hatinya, Rasul SAW mendekat kepada pemuda yang tafakkur itu….Setelah dilihatnya Rasul SAW datang, dia pun menengadahkan  muka. 

Rasul Saw pun bertanya: “mengapa disaat begini, engkau duduk tafakkur di dalam mesjid dan wajah mu kelihatan ada menampakkan kesedihan atau muram durja, apakah yang engkau derita sekarang ini?”

Pemuda menjawab “aku ditimpa duka cita yaa Rasul karena hutang...hutang telah lama...janji sudah dekat...persediaan untuk membayar belum ada... itu yang saya renungkan disini yaa Rasul SAW”. 

Dengan senyum Rasul Saw menjawab “sudihkah engkau kalau aku ajarkan pada mu suatu bacaan, bacaan ini berupa doa yang engkau baca pagi-pagi dan nanti petang-petang dan engkau baca dengan hati khusyuk, insyaallah hutang mu itu akan terbayar..”

Pemuda tadi dengan besar hati menjawab “ tentu yaa Rasul Saw, saya senang sekali kalau engkau dapat ajarkan kepada ku, apakah doa itu?”

Rasul Saw membacakan dan mengajarkan doa itu…bunyinya “Allahumma inni audzubika minal hamni wal haazani waaudzubika minal ajezi walkasli waaudzubika minal bukhli waljubni waaudzubika min khalabattiddaini wal khahrilrijal” 

Artinya : Ya Tuhan ku, Aku berlindung kepada engaku daripada kesusahan dan duka cita, dan aku berlindung kepada engkau dari pada lemah dan malas, dan aku berlindung kepada engkau dari pada bakhil (berat mengeluarkan uang)), dan daripada pengecut atau penakut, dan aku berlindung kepada engkau daripada pengaruh berhutang, dan dari pada kekuasaan orang lain atas diri kita sehingga kita tidak mempunyai kemerdekaan pribadi lagi”

Inilah delapan yang diminta kepada tuhan, semoga kita tidak diserang daripada delapan penyakit ini karena kalau ada penyakit yang delapan paerkara ini, itu kita akan mempunyai pribadi yang lemah, tidak mempunyai lagi personality yang tegak padahal dalama didikan agama kita..takut cuman satu yaitu ALLAH SWT dan lain tidak ada......

0 komentar:

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates